Jelang Pemilu 2024 Indonesia Hoaks Semakin Masif, Gen Z Diajak Jangan Ikut-ikutan Menyebar Konten Berbahaya

Uli Febriarni
Kamis 13 April 2023, 16:11 WIB
pemilihan umum (Sumber : freepik)

pemilihan umum (Sumber : freepik)

Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada menghadirkan series Digitalk x Gen Z, yang mengambil tajuk Pengaruh Media Sosial terhadap Pilihan Gen Z di Pemilu 2024. Diskusi ini digelar untuk mendiskusikan dinamika media sosial terhadap sikap dan langkah Pemilih Pemula pada Pemilihan Umum (Pemilu) nantinya.

Seperti kita ketahui, generasi muda dan pemilih pemula akan turut meramaikan pesta demokrasi Indonesia 2024. Namun, persebaran hoaks, disinformasi, dan misinformasi menjadi permasalahan besar bagi para pemilih muda. Hal ini membuat para pemangku kebijakan diharuskan mencari solusi untuk memitigasi risiko yang terjadi, terutama di media sosial.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) Hamdan Kurniawan membuka sesi diskusi tersebut, dengan menyebutkan sejumlah transformasi yang dilakukan oleh KPU DIY. Salah satunya menggunakan teknologi lewat website yang telah disediakan dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu, seperti SIPOL yang digunakan untuk pendaftaran dan verifikasi Partai Politik dan Calon Peserta Pemilu.

Pada Pemilu 2024, KPU DIY juga telah meminta institusi pendidikan di Yogyakarta  untuk mendata mahasiswa, sehingga dapat melakukan Pemilu lewat TPS di lokasi khusus tanpa harus pulang ke daerah masing-masing.

"Pemilih pemula ini diharapkan menjadi pemilih yang rasional, mandiri, dan bertanggung jawab sehingga dapat merajut nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi," ujarnya, dikutip pada Kamis (13/4/2023).

Diskusi ini juga menyoroti tentang perbaikan kaderisasi partai, memfokuskan pada value calon peserta Pemilu alih-alih pada area materialistis, sehingga hal ini akan menaikan persentase kepercayaan publik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Gielbran M. Noor, menjelaskan bahwa idealnya fokus dari kontestan politik maju dalam Pemilu adalah untuk menjawab permasalahan regionalnya.

"Karena setiap regional punya permasalahannya masing-masing yang kuncinya dipegang oleh calon peserta Pemilu", jelas Gielbran.

Sementara itu, Peneliti CfDS UGM, Amelinda Pandu K, mengungkap bahwa tidak hanya Parpol dan calon peserta Pemilu, publik juga harus terliterasi dengan baik.

Saat ini, literasi politik hanya sebatas waktu dan teknis pemilihan. Padahal, literasi politik juga masuk ke dalam ketahanan pemilih terhadap intimidasi dan bujukan transaksional yang tidak sehat. Pencerdasan literasi politik juga harus mulai dialihkan melalui media sosial, alih-alih hanya difokuskan pada sistem konvensional. Pencerdasan literasi politik ini akan menghasilkan pemilih pemula yang paham akan perannya.

Ada dua peran yang dimainkan oleh pemilih pemula. Peran pertama adalah mengawal pemilu dengan turut aktif mengedukasi orang sekitar tentang hoaks, disinformasi dan misinformasi, serta aktif terlibat melaporkan konten berbahaya. Peran kedua adalah menjaga untuk tidak lengah dan terbawa arus, dengan tidak turut menyebarkan konten berbahaya lewat media sosial masing-masing.

Pemilih pemula juga harus memperhatikan akun media sosial pelaksana dan peserta kampanye, iklan kampanye, dan konten berbahaya yang membawa ke tindakan kebencian.

"Sebagai pemilih pemula, kita harus menerapkan digital culture, yakni kemampuan membaca dan membangun wawasan kebangsaan, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika di kehidupan sehari-hari”, jelas Amelinda menutup diskusinya. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno05 April 2025, 11:11 WIB

Jiplak Fitur TikTok, Reels Instagram Kini Bisa Dipercepat Saat Dilihat

Instagram kini memungkinkan pengguna untuk mempercepat Reels seperti di TikTok.
Reels Instagram sekarang bisa dipercepat saat diputar. (Sumber: istimewa)
Lifestyle05 April 2025, 11:00 WIB

Casio G-SHOCK x Barbie Rilis Jam Tangan Serba Pink

Jam Tangan GMAS110BE-4A Edisi Terbatas Mengekspresikan Pandangan Dunia Barbie.
Casio G-SHOCK GMAS110BE-4A x Barbie. (Sumber: Casio)
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)