Tren Memotret Makanan di Restoran, Pakar: Orang Indonesia Punya Budaya Makan

Rahmat Jiwandono
Selasa 04 Oktober 2022, 11:17 WIB
Ilustrasi makanan/freepik.

Ilustrasi makanan/freepik.

Techverse.asia - Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kini setiap momen bisa diabadikan melalui kamera yang ada di smartphone. Terlebih sekarang ini hampir semua orang memiliki smartphone sehingga bisa mengambil foto dan merekam video dalam momen apapun, agar bisa dijadikan kenang-kenangan. 

Tak terkecuali ketika makan di suatu tempat, saat makanan datang diantar oleh pelayan ke meja si pemesan, bisa dijumpai pemandangan orang tersebut tidak langsung menyantap makanannya, tapi mengambil gambar atau foto yang kemudian diunggah di sosial media. Setelah diunggah di sosial media, mereka baru memakan makanannya. 

Baca Juga: Terkena Gas Air Mata? Tips Dokter: Segera Bebersih Dan Ganti Pakaian

Hal seperti itu, tidak pernah ditemui sebelumnya sampai medio tahun 2010-an. Memotret makanan sudah menjadi budaya baru, apalagi ditambah adanya aplikasi editing photo yang bisa mempercantik foto sehingga terlihat estetik saat diunggah di media sosial. 

Merespons budaya itu, Pakar Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogykarta, Dr. Toto Sudargo mengatakan bahwa Indonesia memiliki beragam budaya nusantara, salah satunya budaya makan. Budaya makan tidak sekadar menjadi sebuah 'kebiasaan'.

Di dalamnya terkandung kepercayaan, pantangan, anjuran dan beragam catatan lain yang melekat pada setiap kekhasan makanan. Budaya makan ini juga menjadi salah satu yang memengaruhi perilaku makan masyarakat, seperti tata krama, frekuensi, pola makan dan pemilihan makanan. Perbedaan budaya setiap daerah mengakibatkan adanya perilaku makan yang berbeda-beda.

“Perilaku makan ini terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah faktor fisik dan psikologis. Sedangkan faktor eksternalnya adalah faktor budaya, ekonomi, norma sosial, dan pengetahuan,” ujar Toto pada Selasa (4/10/2022).

Menurut dia, budaya makan yang berkembang dan turun temurun secara tidak disadari akan menjadi semacam acuan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan. Tidak jarang budaya mengkonsumsi bahan pangan tertentu sudah ditradisikan sejak masa kanak-kanak.

Oleh karena itu, perilaku makan ini memiliki berkaitan dengan kualitas status kesehatan masyarakat. Situasi ini di satu sisi bisa mengakibatkan terjadinya kelebihan kandungan zat nutrisi tertentu untuk makanan yang dianjurkan.

“Namun di sisi lain, masyarakat akan mengalami defisiensi nutrisi akibat adanya pantangan makanan,” terangnya.

Baca Juga: Sutradara Kurang Puas, Film Sri Asih Tidak Jadi Tayang Pada 6 Oktober Besok

Penulis Buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia" sekaligus pakar sejarah, Fadly Rahman menyampaikan bahwa budaya makan di Indonesia erat kaitannya dengan aspek sejarah. Sepanjang tahun 1950-an hingga awal 1960-an banyak diterbitkan buku-buku ilmu gizi dan kesehatan masyarakat.

Lalu buku-buku ini dibagikan ke sekolah-sekolah dan rumah tangga guna memberi edukasi kepada para siswa dan ibu rumah tangga tentang cara mengatasi gizi buruk.

“Salah satu penyebab tingginya angka gizi buruk adalah beredarnya berbagai mitos dalam budaya makan masyarakat yang sebagian besar berlaku untuk ilmu hamil dan menyusui serta anak-anak,” ujar Fadly. 

Dampak Buruk Memotret Makanan

Sebuah penelitian menunjukkan jika kebiasaan memotret makanan punya dampak buruk dan bisa jadi tanda seseorang punya masalah terhadap makanan. Untuk itu, bisa jadi sinyal buat kamu yang punya hobi begini.

Kepala Psikiatri di Women's College Hospital, University of Toronto, Canada, dr Valerie Taylor menjelaskan, kebiasaan memotret makanan menjadi tanda bahwa seseorang memiliki masalah diet yang besar. Itu lantaran mereka tidak lagi memilih makanan tapi memilih mana makanan yang bagus untuk difoto.

“Saya menganggap bahwa kebiasaan tersebut membuat orang memilih makanannya, tapi enggak lagi memilih makanan karena alasan hidup sehat atau sedang diet, melainkan memilih mana makanan yang terlihat keren untuk difoto. Dan untuk dipamerkan bahwa dia pernah makan di restoran mahal itu,” ujarnya.

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno05 April 2025, 11:11 WIB

Jiplak Fitur TikTok, Reels Instagram Kini Bisa Dipercepat Saat Dilihat

Instagram kini memungkinkan pengguna untuk mempercepat Reels seperti di TikTok.
Reels Instagram sekarang bisa dipercepat saat diputar. (Sumber: istimewa)
Lifestyle05 April 2025, 11:00 WIB

Casio G-SHOCK x Barbie Rilis Jam Tangan Serba Pink

Jam Tangan GMAS110BE-4A Edisi Terbatas Mengekspresikan Pandangan Dunia Barbie.
Casio G-SHOCK GMAS110BE-4A x Barbie. (Sumber: Casio)
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)