Techverse.asia - GoTyme Indonesia resmi mengumumkan kemitraannya bersama perusahaan teknologi finansial, Danabijak, dan aplikasi kasir Point of Sales (POS), Olsera, yang memiliki tujuan untuk menyediakan pembiayaan yang cepat dan fleksibel untuk para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan demikian, ketiga memperkenalkan program Merchant Cash Advance (MCA), yang disebut-sebut sebagai penawaran pertama di Tanah Air, mengikuti insiatif yang sama yang telah dihadirkan oleh GoTyme di Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina.
MCA adalah solusi pinjaman bagi UMKM yang tujuannya guna meningkatkan inklusi keuangan. Ini juga menawarkan pinjaman yang fleksibel dan ketentuan pembayaran yang dapat disesuaikan menurut penjualan mingguan serta musim bisnis, ketimbang mengharuskan pembayaran bulanan yang tetap.
Baca Juga: Igloo Tunjuk CDO Baru dan Sukses Jalin Kemitraan di Berbagai Negara
"Hal tersebut berarti pembayaran berfluktuasi yang sejalan dengan pendapatan bisnis. Ada biaya awal tunggal, tanpa biaya tersembunyi ataupun pinalti. Pinjaman yang telah disetujui pada umumnya akan kami cairkan dalam tempo dua hari kerja," terang Direktur GoTyme Indonesia Tim Delahunty, Kamis (20/2/2025).
Tim pun menyoroti bahwa UMKM memainkan peran krusial untuk perekonomian Indonesia, yang mana tercatat ada lebih dari 65 juta pelaku UMKM yang memperkerjakan kurang lebih 120 juta penduduk dalam negeri dan ikut berkontribusi sebesar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya.
"Tapi UMKM masih sulit untuk mengakses fasilitas pinjaman dan tetap jadi penghalang utama guna membuka potensi UMKM secara optimal," ujarnya.
Walaupun kerangka regulasi di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, menurutnya, GoTyme Indonesia percaya bahwa bisnis di negara ini layak untuk mendapatkan solusi kredit yang inovatif. Oleh karena itu, program MCA tersebut merupakan bentuk respons mereka terhadap hal ini.
Baca Juga: Bahana Artha Vetura Beri Pinjaman Debt untuk GandengTangan, Dorong Transformasi Digital UMKM
"Proses aplikasi yang sudah sepenuhnya digital, persetujuan instan, dan pendanaan yang cepat guna mengatasi kesulitan yang dialami oleh banyak pemilik bisnis dalam memperoleh pinjaman modal," katanya.
Lebih jauh, pembiayan pinjaman disesuaikan dengan siklus arus kas pedagang dan beradaptasi dengan musim binis. Berdasarkan pengalaman GoTyme di pasar lain, tercatat 80 persen pelaku UMKM yang memakai solusi MCA itu melaporkan pertumbuhan bisnis sebagai hasilnya.
"Resmi bekerja sama dengan Danabijak sebagai platform pinjaman berlisensi kami, dan Olsera sebagai mitra pertama kami, sekarang memungkinkan kami untuk menghadirkan inovasi tersebut kepada pelaku UMKM di Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Funding Societies Raup 25 Juta Dolar, Tingkatkan Modal bagi UMKM
Lewat kemitraan tersebut, pelaku usaha yang menggunakan platform POS Olsera yang telah memenuhi syarat kini bisa memperoleh pendanaan tanpa adanya agunan. Proses pengajuannya juga dirancang untuk mudah dan cepat, yang memungkinkan pelaku bisnis untuk merampungkannya dalam waktu sekitar 10 menit saja.
Sehingga bisa memberikan dukungan keuangan yang tepat waktu guna mengembangkan dan memelihara bisnisnya. Lantas, untuk pembayarannya pun akan disesuaikan dengan omzet pelaku usaha dan beradaptasi dengan fluktuasi bisnis.
"Kami berkomitmen untuk memberi dukungan pertumbuhan serta pengembangan UMKM lewat solusi seperti GoTyme Modal," ujar Chief Executive Officer (CEO) Olsera Novendy Shen. Menurutnya, pendanaan ialah salah satu kebutuhan produktif bagi UMKM agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.
CEO Danabijak Markus Prommik menambahkan, GoTyme Modal dan Olsera, dia siap mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekosistem digital. "Kami sangat antusias terhadap kemitraan dan potensinya untuk memberdayakan UMKM," ujarnya.
Baca Juga: Skema Konsinyasi Logee Dorong Percepatan UMKM Go Digital
Informasi, Tyme adalah grup jasa keuangan multinasional yang berkantor pusat di Singapura, dengan pusat pengembangan teknologi dan produk di Vietnam, yang mengoperasikan bank digital di beberapa negara, termasuk TymeBank di Afrika Selatan dan GoTyme di Filipina.
Grup ini telah mengumpulkan US$250 juta dalam putaran pendanaan Seri D, yang nilainya mencapai US$1,5 miliar pada Desember tahun lalu. Tyme kini melayani lebih dari 16 juta pelanggan di seluruh grup.