Black Swan: Maskapai Kargo Drone Pertama di Dunia Tanpa Pilot

Rahmat Jiwandono
Minggu 25 Desember 2022, 18:24 WIB
Black Swan/Dronamics

Black Swan/Dronamics

Techverse.asia - Perusahaan manufaktur asal Eropa, Dronamics akan segera meluncurkan Black Swan. Black Swan adalah drone tanpa pilot yang bersertifikat untuk mengangkut barang di Uni Eropa mulai tahun 2023. Konsep ini merupakan gagasan dari dua bersaudara asal Bulgaria yaitu Konstantin dan Svilen Rangelov. Berbicara dengan Insider, yang terakhir mengatakan dua orang ini mulai melihat ke pasar pada tahun 2013 ketika Amazon mulai berkecimpung dalam pengiriman drone.

Namun, mereka melihat kesulitan logistik dalam mengirimkan drone kecil, seperti milik Amazon, untuk dikirim langsung ke rumah dan percaya ada cara yang lebih baik untuk mengirimkan paket pribadi ke setiap pelanggan. Di Bulgaria, Rangelov mengatakan kargo diterbangkan ke Sophia, lalu diturunkan ke truk besar. Setelah barang masuk ke truk besar, truk akan menempuh jarak ratusan mil, dan kemudian diturunkan ke van kecil yang mengantarkan paket ke masing-masing lokasi.

Menurut mereka, truk besar itu sebagai langkah yang mahal. Sehingga karena melihat cost yang begitu besar, Konstantin dan Rangelov terinspirasi untuk membuat moda transportasi yang bisa mengangkut barang, tapi dengan dimensi yang sama dengan truk, jadi bisa mengangkut banyak barang. 

"Kami katakan mari petakan ukuran kendaraan agar sesuai dengan apa yang dapat Anda muat di van pengiriman dalam jarak tempuh terakhir. Dengan cara ini kami bisa mempersingkat waktu distribusi," ujar Rangelov. 

Baca Juga: Dituding Suguhkan Konten Dewasa kepada Anak-anak, TikTok Dilarang di Indiana Amerika Serikat

Produk yang dihasilkan — yang kira-kira setengah dari kapasitas van pengangkut U-Haul — dapat menawarkan kepada pelanggan transportasi kargo yang cepat dan murah, memungkinkan pengiriman pada hari yang sama dengan bantuan sekitar tiga ribu landasan udara di seluruh Eropa. Banyak dari landasan udara tersebut lebih dekat ke pelanggan daripada pusat distribusi utama, menjadikannya lebih nyaman untuk pengiriman pada hari yang sama. Selain itu, desainnya membantu Dronamics membedakan dirinya dari operator drone kargo lain yang biasanya menerbangkan barang yang lebih ringan dengan jarak yang lebih pendek.

"Kebanyakan drone pengiriman kecil adalah upaya untuk memecahkan masalah jarak tempuh terakhir. Mereka adalah kurir sepeda, kami adalah truk lintas alam," katanya. 

Menurutnya, pesawat tersebut mengurangi biaya hingga 50 persen bila dibandingkan dengan pesawat kargo pesaing, sebagian karena bahan serat karbonnya, menjadikannya menguntungkan untuk pasar jarak menengah. Black Swan dapat terbang hingga ketinggian 20.000 kaki, terbang melintasi 2.500 kilometer (1.550 mil), dan membawa beban maksimal 350 kilogram (770 pon).

"Itu bisa mencakup Amerika Serikat, diagonal di Karibia, Laut China Selatan, dan seluruh Eropa. Jadi ukurannya cocok dengan geografi global," kata Rangelov. 

Black Swan digerakkan oleh sebuah mesin Rotax baling-baling tunggal yang dibuat oleh perusahaan Austria BRP-Rotax, yang dimiliki oleh Bombardier Recreational Products. Rangelov lebih lanjut menjelaskan bahwa pesawat tidak hanya akan membawa palet tunggal dari satu barang, tetapi juga paket individual, memungkinkannya juga memasuki pasar e-commerce dengan kepadatan rendah. 

Baca Juga: Apple Dilaporkan Akan Tunda Atau Batalkan Peluncuran iPhone SE 4, Kok Bisa?

Selain kemampuan angkutnya, Black Swan dapat mendarat di landasan pacu pendek, termasuk yang tidak beraspal, berkat sayap tetapnya, sehingga dapat mengakses komunitas kecil yang terisolasi dengan lebih mudah daripada drone lainnya. Pesawat yang akan diproduksi secara massal di Jerman dan Australia ini menggunakan 100 persen bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Ini akan mempromosikan cara pengangkutan kargo yang 'tercepat dan ramah lingkungan' dan menghasilkan emisi 60% lebih rendah.

Saat Black Swan siap beroperasi, Dronamics berencana mengoperasikannya sebagai maskapai kargo drone pertama di dunia, dimulai dengan penerbangan di sekitar Mediterania dan di atas air, seperti di Yunani atau Siprus. "Awalnya, kami ingin memulai dengan rute berisiko rendah. Saat kami mendapatkan penerimaan dan kepercayaan diri, kami juga akan terbang di atas daratan," kata Rangelov.

Dipiloti oleh operator jarak jauh, pesawat tak berawak tersebut tidak akan mengirimkan barang dari pintu ke pintu, melainkan menggunakan sistem droneports untuk menawarkan transportasi kargo pada hari yang sama antara gerbang utama atau gudang ke kota-kota yang jauh. Setiap pilot memiliki latar belakang penerbangan komersial, dengan Rangelov menyebut bahwa akan ada dua orang yang ditempatkan di pelabuhan keberangkatan, dan dua di saat kedatangan.

Rangelov mengatakan, perusahaan tersebut telah memiliki kemitraan dengan perusahaan seperti DHL dan perusahaan logistik Jerman, Hellmann, dengan yang terakhir menyebut Black Swan dari Dronamics sebagai pengubah permainan atau game changer. "Saya tidak pernah percaya pada gagasan drone parsel. Itulah mengapa kami bekerja dengan Dronamics, ini bukan ide jenis pengiriman Amazon," kata Kleine-Lasthues dari Hellmann kepada BBC, juga memuji kecepatan dan fleksibilitas pesawat.

Sementara Dronamics telah meluncurkan prototipe berukuran seperempat, Black Swan dengan skala penuh diperkirakan akan melakukan penerbangan pertamanya dalam beberapa bulan mendatang, saat Rangelov bersaudara mengatakan bahwa mereka akhirnya akan mencukur janggut mereka yang berusia delapan tahun.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)