Botinkit, merupakan sebuah perusahaan sekaligus produsen robot tukang masak, yang didirikan oleh Shirley Chen dan rekannya di Shenzhen, pada 2021.
Shirley telah bekerja beberapa tahun dalam industri makanan. Selama masa kerja sebagai pegawai itu, Shirley Chen melihat secara langsung tantangan mengelola staf dan melakukan pelatihan untuk perluasan restoran.
Saat yang sama, dia melihat peluang untuk memanfaatkan keahlian mereka di bidang kimia dan teknik elektro dan elektronik -menggabungkan dengan latar belakangnya di bidang makanan dan minuman-. Kemudian, memulai perusahaan robotika yang dapat mengotomatiskan dan menstandarisasi masakan untuk restoran waralaba.
Setelah Botinkit berdiri, mereka segera membawa robot memasak startup tersebut ke luar basis asalnya ke pasar termasuk Jepang dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Netflix Mengklaim Kebijakan Larangan Berbagi Kata Sandi (Password Sharing) Telah Berhasil
Melansir dari TechCrunch, hal menarik dalam hal ini adalah Zexiang Li, seorang profesor di Hong Kong University of Science and Technology. Ia dikenal karena investasi malaikatnya di perusahaan drone raksasa DJI. HKUST, tempat Chen belajar, telah muncul sebagai pusat inovasi perangkat keras, dengan para mahasiswanya yang mengubah penelitian akademis mereka menjadi ide komersial.
"Sementara itu, Li dan mitra investasinya, Gao Bingqiang, yang juga seorang profesor HKUST, telah mendukung para mahasiswa dengan pendanaan dan sumber daya lainnya. Gao juga merupakan investor di Botinkit," lapor TechCrunch, dikutip Kamis (20/7/2023).
Robot berbentuk wajan Botinkit, mengkhususkan diri dalam menumis dan merebus. Ia juga memiliki lengan tambahan yang dapat menggantikan manusia, untuk menambahkan bahan makanan. Perusahaan ini sedang mengembangkan model penggorengan, yang akan memulai debutnya tahun depan.
Menurut PR Newswire Asia, dengan otomatisasi klaim Botinkit, itu dapat membantu mengurangi kehilangan bahan makanan hingga 30% dan energi hingga 40%, jika dibandingkan dengan kompor gas komersial.
"Namun, nilai jual utama lainnya dari robot-robotnya adalah kemampuannya untuk memfasilitasi ekspansi lintas wilayah restoran," kata Chen dalam sebuah wawancara dengan TechCrunch.
Salah satu rintangan utama yang dihadapi restoran saat berekspansi adalah menemukan dan melatih staf dalam jumlah besar, yang dapat memperlambat pertumbuhan mereka. Bahkan, jika mereka berhasil merekrut personel yang cukup, mempertahankan kontrol kualitas yang konsisten dapat menjadi tantangan di pasar baru.
Dalam wawancara itu, ia juga memberikan permisalan, dapur seluas 100 meter persegi biasanya membutuhkan enam hingga sepuluh anggota staf. Sementara itu bila menggunakan robot Botinkit, jumlah karyawan tersebut dapat dikurangi menjadi hanya satu atau dua orang. Ini berarti restoran waralaba dengan 500 lokasi berpotensi mengurangi staf dapurnya dari 5.000 menjadi beberapa ratus.
Baca Juga: Review Film Oppenheimer: Berjasa Besar untuk Amerika Serikat tapi Dituding Antek Uni Soviet
"Dulu masakan dibatasi oleh waktu dan batas geografis. Namun, dengan digitalisasi memasak, berbagai kemungkinan baru muncul, termasuk memasak dari jarak jauh," ujarnya.
"Misalkan saya berada di Shenzhen dan Anda berada di AS, saya dapat menggunakan sistem perangkat lunak dan perangkat keras kami untuk 'memasak' untuk Anda dari jarak jauh. Ini adalah prospek yang sangat menarik," lanjut Chen.
Robot-robot Botinkit saat ini dilengkapi dengan sensor suhu. Tetapi, perusahaan rintisan ini mengalokasikan sebagian dari pendanaan barunya untuk mengembangkan sensor multi-modal, yang juga dapat mendeteksi rasa dan bau.
Tujuan utamanya, kata Chen, adalah untuk memanfaatkan kecerdasan umum buatan, atau AGI, sehingga robot-robotnya bisa memahami preferensi manusia dan menyempurnakan proses memasak berdasarkan umpan balik data. Demikian kami lansir dari Nikkei Asia.
Meskipun sebagian besar pendapatan Botinkit berasal dari penjualan perangkat keras, perusahaan ini telah mulai menghasilkan pendapatan dengan membuat resep khusus untuk kliennya melalui jaringan global para koki yang bermitra. Kliennya berkisar dari jaringan restoran cepat saji dan hotel hingga layanan katering dan supermarket.
Di Tiongkok, robot-robotnya telah memasak di kedai-kedai makanan di dalam Walmart dan Delibowl.
Seiring dengan ekspansinya yang stabil, Botinkit hari ini mengumumkan, mereka telah mengumpulkan $13 juta dalam putaran pendanaan Seri A. Sebagian dari dana itu akan digunakan untuk ekspansinya di Timur Tengah dan Eropa, tahun depan.
Forebright memimpin pendanaan ini, dengan investor termasuk 5Y Capital dan Brizan Venture yang turut berpartisipasi. Dengan suntikan dana terbaru tersebut, sejauh ini Botinkit telah mengumpulkan hampir $20 juta pendanaan.