TikTok Sedang Membuat Aplikasi Perpesanan Mandiri?

Rahmat Jiwandono
Jumat 08 September 2023, 13:46 WIB
TikTok. (Sumber : freepik)

TikTok. (Sumber : freepik)

Techverse.asia - Aplikasi TikTok selama ini dikenal sebagai platform video pendek yang menyuguhkan beragam konten dan sangat digandrungi oleh segala kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun demikian, perusahaan tersebut tampaknya berniat mengubah hal tersebut.

Sebab, perusahaan induknya, ByteDance, dikabarkan sedang merekrut sejumlah peran dalam tim bernama “TikTok Social,” yang tampaknya ditugaskan untuk mengubah TikTok menjadi sistem perpesanan yang jauh lebih kuat. 

Ya, di TikTok sendiri memang bisa mengirim pesan langsung atau Direct Message (DM) dengan banyak pengguna lainnya, tapi itu tidak cukup membuatnya menjadi aplikasi perpesanan, seperti Whatsapp, Telegram, LINE, maupun Signal. 

Baca Juga: Sonos Move 2 Telah Dirilis, Speaker Portabel dengan Suara Stereo

Daftar lowongan pekerjaan tersebut, yang pertama kali ditemukan oleh Axios, meskipun kriteria dan syarat yang dibutuhkan untuk posisi itu kurang jelas, tetapi daftar tersebut memperjelas ambisi TikTok untuk membuat aplikasi perpesanannya sendiri.

“Kami adalah tim pengiriman pesan di TikTok. Misi tim kami adalah memfasilitasi hubungan pengguna yang bermakna melalui pengalaman pengiriman pesan TikTok, yang masih dalam tahap awal,” bunyi lowongan itu  untuk seorang pimpinan teknik yang dicari TikTok disadur Techverse.asia, Jumat (8/9/2023). 

Daftar lainnya, perusahaan membutuhkan seseorang untuk menjabat sebagai pemimpin teknologi backend, mengatakan bahwa peran orang tersebut akan mencakup kolaborasi dengan tim di berbagai negara dan wilayah untuk memberikan solusi sosial khas TikTok seperti pengiriman pesan.

Manajer produk untuk tim TikTok Social sepertinya membutuhkan semangat dan keingintahuan terhadap arahan 'sosial' untuk menciptakan dampak yang besar. Jika ada rencana produk menyeluruh yang spesifik, daftar TikTok tidak mengungkapkannya.

Perusahaan juga tidak memberikan keterangan apapun terkait dengan rumor ini, mereka hanya memberi tahu Axios bahwa hiburan masih menjadi inti dari TikTok.

Baca Juga: WhatsApp Sekarang Mendukung untuk Kirim Foto dan Video HD

Namun daftar untuk insinyur perangkat lunak backend juga disebutkan bahwa tim TikTok Social bertugas mengawasi profil pengguna, stories, kotak masuk, pesan, ikuti, suka, komentar, tag, dan lain-lain. Jika semua itu disatukan bersama-sama, maka perusahaan dapat memiliki aplikasi perpesanan mandiri. 

Memperluas fitur perpesanan TikTok tampaknya menjadi hal yang paling penting. Salah satu lowongan pekerjaan untuk pemimpin teknologi backend mengakui bahwa kemampuan pengiriman pesan perusahaan masih dalam tahap masa pertumbuhan, menurut Axios.

Pada akhirnya, tampaknya ketika industri lainnya mengejar video vertikal ala TikTok, alat kreasi, dan umpan algoritmik yang tampaknya ajaib, TikTok akan mencoba dan membangun hal-hal lain yang membuat aplikasi-aplikasi lain tersebut berfungsi.

Baca Juga: Meniru TikTok, Spotify Desain Ulang Aplikasi dengan Tampilan Konten Vertikal

Seberapa jauh perkembangannya akan sangat menarik untuk disaksikan: Akankah TikTok mencoba menggantikan Snapchat sebagai aplikasi perpesanan pilihan bagi kaum muda? Apakah ini akan menjadi tempat orang memposting cerita yang sudah kadaluarsa? Apakah akan lebih condong ke obrolan grup dan komunitas bergaya Whatsapp atau lebih fokus pada obrolan satu lawan satu? Di manakah posisi ByteDance dalam perdebatan pesan terenkripsi?

TikTok berhasil memanfaatkan video viral - dengan fitur sosial yang sebagian besar terbatas pada interaksi periferal seperti suka, komentar, dan kiriman ulang. Ketika platform pesaing seperti Instagram mengintegrasikan lebih banyak fitur mirip TikTok, tampaknya logis bahwa perusahaan akan membalasnya dengan memperluas jangkauan media sosialnya.

TikTok tampaknya berkembang ke segala arah sekaligus. Mereka saat ini sedang menguji aplikasi musik khusus yaitu TikTok Music, mencoba menghadirkan lebih banyak belanja ke platform, dan merangkul podcast. Bahkan baru-baru ini ia menambahkan postingan teks, yang mungkin cocok dengan bagian aplikasi yang lebih berfokus pada perpesanan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)