Reku Resmi Terdaftar Sebagai Anggota Bursa Komoditi Nusantara

Rahmat Jiwandono
Senin 25 Desember 2023, 16:24 WIB
Chief Operating Officer (COO) Reku Jesse Choi (Sumber: Reku)

Chief Operating Officer (COO) Reku Jesse Choi (Sumber: Reku)

Techverse.asia - Reku sebagai platform jual beli dan investasi kripto resmi terdaftar sebagai anggota Bursa Komoditi Nusantara (CFX). Keputusan ini tertuang dalam Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) Nomor 001/SPAB/PFAK/BKN/12/2023.

Persetujuan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Direktur PT CFX pada gelaran Crypto Outlook 2024 dengan tema Mengupas Pertumbuhan Industri, Regulasi, dan Optimisme Aset Kripto Menjelang Halving Day yang digelar pada pekan lalu.

Baca Juga: Proyeksi Pasar Kripto 2024, Ini 4 Faktor Pendukung Versi Upbit

Subani mengungkapkan bahwa Reku telah menyelesaikan prosedur yang harus dilalui oleh Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) guna terdaftar secara resmi sebagai anggota bursa. "Saya ucapkan selamat ke Reku yang telah mendapatkan SPAB pertama dari kami," ujar Subani, Senin (25/12/2023).

Dijelaskannya, sejumlah prosedur dalam persetujuan SPAB. Pertama, CPFAK diharuskan untuk mengirimkan sejumlah dokumen-dokumen yang diperlukan guna mencatatkan diri sebagai pedagang resmi di bursa.

Kemudian, CPFAK diharuskan untuk mengikuti fit and proper test, yang mana tahap ini diikuti direksi, komisaris, dan pemegang saham. "Kami akan memastikan pedagang di bursa itu memiliki integritas yang benar. Siapa yang menjalankan dan siapa yang ada di balik perusahaan," terangnya.

Setelah proses fit and proper test selesai, pihak bursa bakal melakukan peninjauan sarana dan prasarana. Peninjauan tersebut untuk memastikan bahwa CPFAK punya kantor yang jelas dan memiliki sistem yang memadai untuk menjalankan perdagangan aset kripto.

Baca Juga: Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM Rampung Tahun Depan, Bermitra dengan 13 BUMN

"Setelah ini lulus, baru akan kami berikan SPAB, yang mana SPAB ini prosesnya akan dilanjutkan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)," katanya.

COO Reku Jesse Choi mengapresiasi dukungan bursa kripto selama proses pendaftaran berlangsung. Reku terus kooperatif dalam setiap tahapannya, semuanya berjalan dengan lancar.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Bappebti untuk kelanjutan proses perizinan sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Seluruh proses ini dijalankan sebagai komitmen perusahaan dalam memprioritaskan kepatuhan regulasi dan keamanan untuk investor serta para pengguna kripto," ujarnya.

Platform Portal Transparansi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa investasi bodong telah menyebabkan kerugian mencapai Rp139 triliun yang diakumulasi sejak 2017-2023.

Hal itu menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat, padahal faktanya aset kripto bukan investasi bodong, melainkan instrumen investasi yang secara legal diatur oleh pemerintah.

Namun begitu di saat yang bersamaan, kondisi tersebut menggambarkan pentingnya keterbukaan informasi tentang cara kerja dan operasional suatu platform investasi kripto supaya membangun kepercayaan masyarakat supaya lebih nyaman berinvestasi kripto.

Baca Juga: Battery Health Indicator Sudah Hadir di Android 14?

Menanggapi kondisi ini, Reku sebagai platform jual beli dan investasi kripto mengambil langkah proaktif guna merilis Portal Transparansi. Jesse menyampaikan, sejalan dengan komitmen perusahaan guna membimbing perjalanan investasi kripto masyarakat.

"Portal Transparansi ini menyajikan rujukan informasi serta tren terkini kaitannya dengan investasi kripto. Mulai dari apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih platform investasi, perkembangan industri, dan upaya pencegahan terhadap potensi penipuan atau pengelabuan berkedok investasi kripto. Tujuan kami adalah untuk menemani perjalanan masyarakat dalam berinvestasi kripto," paparnya.

Portal Transparansi tersebut, lanjutnya, terdapat tiga elemen utama. Pertama adalah Transparansi Operasional. Dalam hal ini, Reku bakal membagikan bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dan operasional lainnya, termasuk diantaranya merilis lisensi perusahaan serta laporan audit rutin.

Baca Juga: Bluesky Punya Logo Baru, Bisa Berbagi Konten dengan yang Tak Punya Akun

"Kemudian masyarakat juga dapat melakukan Cek Fakta tentang informasi di industri kripto. Selain itu, terdapat juga Forum Transparansi sebagai sarana masyarakat berdiskusi seputar industri kripto bersama komunitas dan tim kami," katanya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih nyaman dalam investasi kripto. Inovasi lewat Portal Transparansi tersebut membantu para investor guna meningkatkan pemahaman soal aset kripto dan terhindar dari kesalahpahaman dalam berinvestasi.

"Ke depannya kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto juga diharapkan semakin terbangun dan meningkatkan adopsi investasi sebagai kripto sebagai alternatif instrumen diversifikasi," ujar dia.

Baca Juga: Reku Gelar Lomba Menulis untuk Jurnalis dan Blogger, Menangkan Uang Jutaan Rupiah

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Januari 2025, 16:10 WIB

POCO X7 Pro 5G x Iron Man Edition: Wujud Kecerdikan Tony Stark

POCO x Marvel: mendukung aspirasi heroik dengan performa yang tak tertandingi.
POCO X7 Pro edisi Iron Man. (Sumber: istimewa)
Techno17 Januari 2025, 14:39 WIB

Upbit Indonesia Optimis OJK akan Perkuat Regulasi dan Inovasi Aset Kripto di Indonesia

Mereka menyambut baik pengalihan pengaturan dan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK, sebagaimana diatur dalam UU P2SK.
Resna Raniadi sebagai COO Upbit Indonesia. (Sumber: istimewa)
Techno17 Januari 2025, 12:52 WIB

Spesifikasi dan Harga Realme Note 60x yang Rilis di Indonesia

Realme Note 60x meluncur dengan ketangguhan rangka metal tahan banting Armor Shell Protection.
Realme Note 60x. (Sumber: Realme)
Techno17 Januari 2025, 11:40 WIB

Prediksi Kecerdasan Buatan pada 2025: Mendorong Keberlanjutan, Keamanan, dan Pertumbuhan di Asia Pasifik

Dengan berlalunya tahun 2024 dan tahun 2025 yang dimulai dengan fokus dan inovasi baru, dunia merefleksikan tahun yang luar biasa dalam artificial intelligence (AI).
(ilustrasi) artificial intelligence atau AI (Sumber: freepik)
Techno17 Januari 2025, 10:58 WIB

Nasib TikTok di Amerika Serikat Hanya Tinggal 2 Hari Lagi?

TikTok diambang pelarangan beroperasi bagi penggunanya di Amerika Serikat yang akan berlaku mulai Minggu (19/1/2025) besok.
Ilustrasi TikTok (Sumber: Pexels)
Techno17 Januari 2025, 10:11 WIB

Inflasi Inti Mereda, Pasar Kripto dan Saham AS Kompak Menghijau

Jelang inagurasi Presiden AS Donald Trump, terdapat potensi reli akan berlanjut hingga penentuan kebijakan suku bunga The Fed akhir bulan ini.
Ilustrasi Saham AS.
Techno17 Januari 2025, 09:52 WIB

Realme Resmi Menjadi Sponsor untuk Tim E-sports RRQ Selama 3 Tahun

Realme Indonesia dan RRQ jalin kerja sama jangka panjang.
CEO RRQ Adrian Paulin (kiri) menerima secara simbolis kerja sama dengan Realme. (Sumber: Realme)
Techno16 Januari 2025, 21:43 WIB

CES 2025: Anker Hadirkan 3 Produk Baru Pengisi Daya

Anker ingin menghadirkan berbagai potensi lewat inovasi terbaik.
Anker meluncurkan lini produk pengisian daya barunya. (Sumber: Anker)
Lifestyle16 Januari 2025, 18:57 WIB

Reebok Tunjuk Winky Wiryawan Sebagai Muse Reebok Indonesia

Reebok rayakan gaya hidup dan performa yang tak lekang oleh waktu melalui kampanye “Waktu Berlalu, Reebok Selalu”
Reebok menunjuk DJ Winky Wiryawan (kedua dari kiri) sebagai muse Reebok Indonesia. (Sumber: Reebok)
Techno16 Januari 2025, 17:48 WIB

JBL Horizon 3: Jam Alarm yang Membantu Menata Jadwal Tidurmu

Ubah jadwal tidur dengan Signature Sound JBL dan pencahayaan ambient yang dapat disesuaikan.
JBL Horizon 3. (Sumber: JBL)