Penanganan Hoaks Selama Pemilu 2024 Membutuhkan Kolaborasi

Uli Febriarni
Kamis 18 Januari 2024, 15:44 WIB
(ilustrasi) Kominfo RI jumpai ratusan hoaks Pemilu 2024 (Sumber: freepik)

(ilustrasi) Kominfo RI jumpai ratusan hoaks Pemilu 2024 (Sumber: freepik)

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menyatakan bahwa untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan aman, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Dibutuhkan kolaborasi diperlukan agar dapat menjaga ruang digital tetap sehat dan aman.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Menteri Kominfo RI, Nezar Patria, dikutip dari keterangan resmi, pada Kamis (18/1/2024).

Nezar menjelaskan, menjelang pemilu penyebaran konten negatif di ruang digital bisa berpotensi untuk tumbuh lebih besar.

Penting bagi kita saat ini untuk tahu tentang bagaimana menghadapi kabar bohong, misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Terutama karena kita tahu pemakaian media sosial yang begitu intens di masyarakat memerlukan perhatian khusus.

Baca Juga: Casing Samsung Galaxy S24 Incipio: Ramah Lingkungan, Anti Bakteria & Tahan Banting

Baca Juga: Pemerintah China Tangkap Orang yang Gunakan ChatGPT untuk Menyebarkan Hoaks

"Dengan kolaborasi kita bisa meredam penyebaran konten negatif. Dalam rangka memerangi hoaks, misinformasi, disinformasi, dan malainformasi," ungkapnya.

Wamenkominfo mendukung penuh dan mengapresiasi upaya memerangi information disorder, melalui penelitian kolaboratif dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan. Juga kerja sama dalam mengidentifikasi dan memetakan konten negatif yang dapat mempengaruhi opini publik dalam Pemilu di Indonesia.

Ia juga mengajak sebanyak mungkin pemangku kepentingan untuk memulai upaya bersama, dalam memastikan Pemilu 2024 yang damai dan sukses, Baik dari sudut pandang praktisi, akademisi, dan pembuat regulasi,

"Kementerian Kominfo membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak. Jadi, kami tidak bekerja sendiri. Butuh sinergi bersama banyak pihak termasuk di dalamnya dengan KPU dan Bawaslu," tegasnya.

Selanjutnya Nezar menukil laporan Reuters Institute (2023), mengenai fakta 62% pengguna internet pernah melihat information disorder di media sosial atau media online.

Baca Juga: 7 Tips Jadi Perusahaan Fintech yang Tangguh

"Masalah ini menjadi jauh lebih penting ketika Pemilihan Umum sudah dekat, terutama di Indonesia, di mana 87 persen warga percaya bahwa disinformasi telah mempengaruhi situasi politik," tuturnya.

Lawan Hoaks Adalah Tugas Semua

Ia mengidentifikasi kecenderungan peningkatan sebaran isu hoaks selama Pemilihan Umum 2024.

Dalam catatan Kementerian Kominfo RI, sebanyak 714 isu hoaks teridentifikasi dan beredar antara 2018 hingga 2019. Sedangkan sejak Januari 2023 hingga Januari 2024, didapati ada 204 isu hoaks yang dilaporkan terkait Pemilihan Umum.

Menurut Nezar, masih ada kemungkinan peningkatan jumlah isu hoaks yang tersebar, karena angka ini tidak secara komprehensif menangkap seluruh dinamika Pemilu 2024 yang masih berlangsung.

Baca Juga: Realme C67 Punya Fitur NFC, Bisa Top Up Uang Elektronik hingga Duplikasi Kartu Akses

Baca Juga: Whatsapp Hadirkan 3 Pembaruan di Channel dan Luncurkan Sticker Maker

"Meskipun statistik tahun ini tampaknya menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan dengan periode pemilu terakhir, ada kemungkinan angka hoaks terkait politik ini meningkat," kata dia.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya untuk menjaga agar ruang digital tetap sehat dari sebaran hoaks, termasuk di tiga level kegiatan tahap Pemilihan Umum 2024.

Pada tingkat hulu, dilakukan dengan cara meningkatkan literasi digital masyarakat melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).

Selanjutnya di tingkat menengah, mencegah penyebaran hoaks melalui pengecekan fakta seperti memoderasi konten, dan menghapus konten hoaks, bersama dengan platform digital.

Baca Juga: 6 Cara Menarik Minat Investor untuk Gabung di Startup Kamu

Baca Juga: Siap Bangun Pabrik di Indonesia, Mobil VinFast VF5 dan VF6 Bakal Mengaspal di Indonesia

"Hal ini bertujuan untuk memastikan penyebaran informasi yang faktual sekaligus memutus aliran hoaks," ungkap Nezar.

Kemudian di tingkat hilir, ia mengatakan Kementerian Komino RI berperan aktif mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui penyediaan data dan informasi.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Techno

Cara OpenAI Menyambut Pemilu 2024

Rabu 17 Januari 2024, 23:10 WIB
Cara OpenAI Menyambut Pemilu 2024
Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)