Pengembangan Apple Intelligence Dilakukan Secara Bertanggungjawab? Begini Kata Perusahaan

Uli Febriarni
Selasa 30 Juli 2024, 16:34 WIB
Apple menyatakan mereka punya pendekatan yang 'bertanggung jawab' dalam melatih model Apple Intelligence (Sumber: Newtral)

Apple menyatakan mereka punya pendekatan yang 'bertanggung jawab' dalam melatih model Apple Intelligence (Sumber: Newtral)

Kita ketahui, Apple kali pertama mengumumkan fitur kecerdasan buatan (AI) yang akan hadir di iPhone, iPad, dan Mac selama WWDC Juni 2023.

Kemudian, mereka merilis iOS 18 beta untuk publik pada 15 Juli 2024. Beta iOS 18.1, iPadOS 18.1, dan macOS Sequoia 15.1, memberi pengguna akses ke rangkaian fitur AI pertama perusahaan 'Apple Intelligence'.

Fitur kecerdasan buatan (AI) baru dari Apple tersedia untuk diuji pada iPhone, iPad, dan Mac dalam pratinjau pengembang awal.

Terkait keamanan dan privasi penerapan AI generatif di Apple Intelligence, Apple mengatakan, pihaknya mengambil pendekatan yang 'bertanggung jawab' dalam melatih model AI generatifnya.

Apple telah menerbitkan makalah teknis yang mengungkap model AI generatif Apple atau Apple Foundation Models (AFM). Di dalamnya menjelaskan perihal data pelatihan untuk model AFM, bersumber dari cara yang bertanggung jawab — atau setidaknya bertanggung jawab menurut definisi Apple.

Dalam makalah tersebut, Apple menepis tuduhan bahwa pihaknya mengambil pendekatan yang dipertanyakan secara etis dalam melatih beberapa modelnya.

"Apple menegaskan kembali, pihaknya tidak menggunakan data pribadi pengguna, atau memanfaatkan kombinasi data yang tersedia untuk publik dan data berlisensi untuk Apple Intelligence," demikian seperti diakses dari TechCrunch, Selasa (30/7/2024).

Apple menambahkan, kumpulan data pra-pelatihan mereka terdiri dari data yang dilisensikan perusahaan dari penerbit, kumpulan data yang tersedia untuk umum atau bersumber terbuka, dan informasi yang tersedia untuk umum yang dijelajahi oleh Applebot, web perayap mereka.

"Mengingat fokus kami pada perlindungan privasi pengguna, kami mencatat bahwa tidak ada data pribadi pengguna Apple yang disertakan dalam campuran data tersebut," ungkap pihak Apple lagi.

Baca Juga: DJI Rilis Transmisi Video Komersial Ringan dengan Teknologi SDR

Pada Juli 2024, Proof News melaporkan bahwa Apple menggunakan kumpulan data yang disebut The Pile. Itu berisi subtitle dari ratusan ribu video YouTube, untuk melatih serangkaian model yang dirancang untuk pemrosesan di perangkat.

Banyak kreator YouTube yang subtitle-nya tersapu dalam The Pile tidak menyadari dan tidak menyetujui hal itu.

Apple kemudian merilis pernyataan, isinya menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud menggunakan model tersebut untuk mendukung fitur AI apa pun dalam produknya.

Baca Juga: Canva Akusisi Leonardo.ai, Memperdalam Investasi di Bidang AI Generatif

Baca Juga: 2 Startup Binaan Universitas Indonesia Lolos Program Akselerator di Singapura

Menurut The New York Times, Apple menghubungi beberapa penerbit menjelang akhir 2023, termasuk NBC, Condé Nast, dan IAC.

Komunikasi mereka terkait kesepakatan multi-tahun senilai sedikitnya $50 juta, untuk melatih model pada arsip berita penerbit.

Model AFM Apple juga dilatih pada kode sumber terbuka yang dihosting di GitHub, khususnya kode Swift, Python, C, Objective-C, C++, JavaScript, Java, dan Go.

Model pelatihan pada kode tanpa izin, bahkan kode terbuka, merupakan pokok bahasan yang diperdebatkan di antara para pengembang. Beberapa basis kode sumber terbuka tidak berlisensi, atau tidak mengizinkan pelatihan AI dalam ketentuan penggunaannya, menurut beberapa pengembang.

"Namun Apple mengatakan bahwa mereka 'menyaring lisensi' untuk pengkodean, guna mencoba menyertakan hanya repositori dengan batasan penggunaan minimal, seperti yang berada di bawah lisensi MIT, ISC, atau Apache," terang makalah tersebut.

Untuk meningkatkan keterampilan matematika model AFM, Apple secara khusus menyertakan pertanyaan dan jawaban matematika dari halaman web, forum matematika, blog, tutorial, dan seminar dalam set pelatihan, lanjut laporan yang kami akses.

Perusahaan tersebut juga memanfaatkan set data berkualitas tinggi, dan tersedia untuk umum, dengan lisensi yang mengizinkan penggunaan untuk pelatihan model 'yang difilter' untuk menghapus informasi sensitif.

Secara keseluruhan, kumpulan data pelatihan untuk model AFM berjumlah sekitar 6,3 triliun token.

Apple mengambil data tambahan, termasuk data dari umpan balik manusia dan data sintetis, untuk menyempurnakan model AFM dan mencoba mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, seperti menyemburkan racun.

"Model kami dibuat dengan tujuan membantu pengguna melakukan aktivitas sehari-hari di seluruh produk Apple mereka, berdasarkan nilai-nilai inti Apple, dan berakar pada prinsip-prinsip AI yang bertanggung jawab di setiap tahap," kata perusahaan itu.

Analisis TechCrunch mengungkap, tidak ada bukti kuat atau wawasan yang mengejutkan dalam makalah tersebut, dan itu memang dirancang dengan cermat. Jarang sekali makalah seperti ini yang sangat terbuka, karena tekanan persaingan, tetapi juga karena pengungkapan yang terlalu banyak dapat membuat perusahaan terjerat masalah hukum.

Beberapa perusahaan yang melatih model dengan cara mengambil data web publik menegaskan, praktik mereka dilindungi oleh doktrin penggunaan wajar. Tetapi, ini adalah masalah yang masih banyak diperdebatkan dan menjadi subjek dari semakin banyaknya tuntutan hukum.

Baca Juga: Sharp Memperkenalkan TV AQUOS XLED dan AQUOS TRU 4K Seri Terbaru

Kabar lain mengutip 9to5Mac, beberapa fitur Apple Intelligence yang baru-baru ini hadir dengan versi beta, meliputi: Siri dengan desain yang diperbarui dan kemampuan untuk mempertahankan konteks di beberapa permintaan, fitur Mail baru seperti balasan cerdas dan ringkasan email, pencarian bahasa alami di Foto, dan penyempurnaan lainnya.

Beta publik kedua untuk iOS 18, diberi beberapa fitur seperti dukungan RCS pada lebih banyak operator, serangkaian wallpaper CarPlay baru, dan kemampuan untuk menggunakan widget mode gelap saat dalam mode terang.

Sementara itu, laporan Bloomberg memperkirakan bahwa Apple baru akan meluncurkan beberapa fitur Apple Intelligence, seperti perombakan AI Siri yang lebih besar sekitar 2025.

"Untuk memasang pembaruan ini, Anda memerlukan iPhone 15 Pro atau Pro Max atau, untuk iPad dan Mac, sistem dengan chip Apple Silicon. Setelah terpasang, pengguna harus bergabung dalam daftar tunggu dari menu Setelan perangkat mereka, dan menunggu pemberitahuan bahwa pembaruan sudah siap diakses," ungkap The Verge.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno05 April 2025, 11:11 WIB

Jiplak Fitur TikTok, Reels Instagram Kini Bisa Dipercepat Saat Dilihat

Instagram kini memungkinkan pengguna untuk mempercepat Reels seperti di TikTok.
Reels Instagram sekarang bisa dipercepat saat diputar. (Sumber: istimewa)
Lifestyle05 April 2025, 11:00 WIB

Casio G-SHOCK x Barbie Rilis Jam Tangan Serba Pink

Jam Tangan GMAS110BE-4A Edisi Terbatas Mengekspresikan Pandangan Dunia Barbie.
Casio G-SHOCK GMAS110BE-4A x Barbie. (Sumber: Casio)
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)