Zoom Integrasikan Inovasi Kecerdasan Buatan pada Platform Kerja

Rahmat Jiwandono
Jumat 11 Oktober 2024, 17:20 WIB
Ilustrasi Zoom Workplace dan Business Service. (Sumber: Zoom)

Ilustrasi Zoom Workplace dan Business Service. (Sumber: Zoom)

Techverse.asia - Zoom Video Communication menghadirkan inovasi bertenaga kecerdasan buatan (AI) pada Zoom Workplace dan Business Service. Inovasi ini resmi diumumkan dalam gelaran Zoomtopia 2024 yang dilaksanakan secara online pada Kamis (10/10/2024) kemarin.

Baca Juga: Meta AI Telah Diluncurkan di 6 Negara, Selanjutnya Ada Indonesia Coy!

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Zoom Eric S. Yuan mengatakan bahwa Zoom tak hanya menata ulang cara dalam berkomunikasi, tapi juga merevolusi seluruh proses kerja. Perusahaan punya visi untuk menciptakan platform kerja yang mengedepankan kecerdasan buatan untuk menghubungkan antar manusia yang mendorong tim guna mencapai lebih banyak hal lagi.

"Dengan AI Companion yang dapat meningkatkan produktivitas, kami turut membantu para pelanggan dalam mentransformasi cara mereka bekerja. Hal ini supaya lebih dari sekadar evolusi, namun sebuah perombakan total mengenai cara bekerja di era digital," ungkapnya.

Inovasi anyar di Zoomtopia 2024 juga meliputi Zoom AI Companion 2.0 yakni sebuah add-on baru yang bisa dipakai guna memodifikasi serta personalisasi fitur AI Companion; Zoom Tasks untuk membantu pemakai bekerja di Zoom Workplace; serta beragam inovasi guna meningkatkan kualitas pengalaman kerja dan pengalaman pelanggan yang didukung oleh kecanggihan AI.

Baca Juga: KIA Memodifikasi Pride 1996 Jadi Mobil Listrik

Pendekatan Zoom Business Service dan Workplace yang mengedepankan kecerdasan buatan memberi waktu lebih bagi individu dan tim untuk fokus pada pekerjaan yang lebih membutuhkan sentuhan manusia, yaitu interaksi, saling terhubung, dan menghadirkan karya yang kreatif dan bermakna.

"Pendekatan kami yang terpadu terhadap kecerdasan buatan (federated approach) memungkinkan rangkaian teknologinya memanfaatkan beragam model AI guna memberikan hasil yang memiliki kualitas tinggi, membantu para pemakai aplikasi kami untuk berkolaborasi, memprioritaskan tugas dengan efektif, dan optimalisasi waktu kerja," papar dia.

Ihwal AI Companion 2.0 yang punya kemampuan mengintegrasikan grafik user interface (UI) dan percakapan dengan lancar, meringkas materi serta percakapan dalam waktu singkat, terhubung ke web, hingga mampu mendeteksi, melacak, dan menyelesaikan beragam tugas di Zoom Workplace.

"AI Companion 2.0 bakal tersedia dalam beberapa minggu ke depan tanpa biaya tambahan untuk akun berbayar di Zoom Workplace," katanya.

Baca Juga: Enggak Mau Kalah dengan Zoom, X Sedang Menguji Alat Konferensi Video

Sejumlah komponen utama dari add-on baru tersebut mencakup personalisasi pengalaman si pemakai memakai AI Studio, menghubungkan aplikasi pihak ketiga, dan pemakai juga bisa menghadirkan pelatih pribadi dengan menggunakan avatar khusus untuk Zoom Clips guna mengembangkan ketrampilan.

Di Zoom Workplace pun mendapat pembaruan seperti Zoom Tasks dan pengembangan yang berbasis kecerdasan buatan pada Zoom Phone. Pemakai juga dapat memakai kumpulan avatar yang dihasilkan oleh AI generatif yang telah dipilih dalam Zoom Clips guna menghasilkan konten video profesional berbasis teks.

Untuk tatap rapat muka, Zoom AI Companion turut menyediakan layanan rangkuman rapat dan daftar tindakan lewat aplikasi Zoom Workplace pada perangkat seluler. Sementara itu, untuk rapat di kantor, AI Companion tersedia di Zoom Workspace Reservation.

Baca Juga: Zoom Akan Berhentikan 15 Persen Pekerjanya, CEO Bakal Potong Gaji Sendiri hingga 98 Persen

"Mengenai keterlibatan dengan karyawan, AI Companion for Workvivo adalah solusi berbasis AI guna membantu karyawan agar bisa saling terhubung," tambahnya.

Solusi itu menjaga karyawan tetap memperoleh informasi, terlibat, dan terhubung dengan menghasilkan konten lebih cepat. Sedangkan Workvivo Employee Insights akan membantu mengukur keterlibatan, kebahagiaan, dan kinerja karyawan.

Di sisi lain, Zoom menawarkan sejumlah solusi anyar yang secara khusus ditujukan bagi industri tertentu dan disempurnakan dengan kecerdasan buatan, meliputi Zoom Workplace for Education (untuk bidang pendidikan), Zoom Workplace for Frontline (bagi pekerja lapangan), Zoom Workplace for Clinicans (untuk dokter), dan Zoom Workplace for Healthcare (layanan kesehatan).

Baca Juga: Hyundai Kembangkan Robot yang Membantu Tentara dalam Terapi Pemulihan dari Cedera

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)