Menurut laporan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, sepanjang periode Januari-13 September 2022 jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di seluruh Indonesia mencapai 94.600 kasus.
Dari data yang dilansir dari Katadata itu, diketahui pula bahwa laka lantas telah menewaskan sebanyak 19.054 korban.
Sementara itu, catatan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut, beberapa laka yang terdata, terjadi karena pengendara mengantuk.
Sebagai bagian dari respon tubuh manusia atas aktivitas harian, mengantuk pada dasarnya adalah sesuatu yang wajar. Namun, mengantuk menjadi berbahaya bila muncul di tengah kita sedang berkendara.
Untuk bisa mengurangi risiko mengantuk saat berkendara, kita bisa mencoba enam trik di bawah ini
1. Pilih Waktu Berkendara yang Tepat
Trik yang satu ini bisa diterapkan apabila sudah mengenali ritme tubuh kita.
Biasanya tubuh seseorang mengalami kelelahan dan kantuk, -yang benar-benar tak bisa ditoleransi lagi-, di waktu yang berbeda-beda.
Maka, saran kami, kenali tubuh kita dan pilihlah waktu yang tepat untuk berkendara. Dalam artian, di jam-jam yang dipilih itu, tubuh cukup kuat untuk diajak berkendara tanpa diganggu rasa kantuk. Dianjurkan tidak memilih jam perjalanan di waktu-waktu 'mengantuk', agar mengemudi tidak menjadi aktivitas yang rawan.
Menjelang berangkat, siapkan fisik seprima mungkin dengan beristirahat cukup. Usahakan tidak begadang di malam sebelumnya.
Hindari mengemudi dalam keadaan tubuh yang sedang sakit dan lemah, karena kondisi tersebut membuat energi tidak optimal. Namun bila terpaksa mengemudi dalam kondisi sakit, hindari mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
2. Ajak Teman yang Cerewet
Sebagian orang mungkin merasa nyaman bila mengemudi sendirian. Tetapi tak ada salahnya sesekali mengajak teman yang cerewet atau kuat terjaga.
Teman yang mendampingi perjalanan, bisa menjadi asisten untuk membaca peta perjalanan. Sehingga kita bisa fokus mengendalikan kendaraan. Ia juga membantu kita menyediakan camilan atau mengambilkan air minum bila kita dahaga saat berkendara.
Sifat cerewetnya akan membantu kita terjaga, karena ia akan terus mengajak kita berbicara. Usahakan mengarahkan obrolan menjadi sebuah diskusi, maka kita selaku pengendara bukan sekadar menjadi pendengar.
Mendengar cerita panjang lebar yang sifatnya searah dari teman, justru berpotensi menimbulkan kantuk.
3. Konsumsi Kopi atau Minuman Berenergi
Sebagian orang mudah mengantuk saat berkendara atau fokus dalam jangka waktu lama. Bila mengetahui tubuh dan mata kita tak jago menahan kantuk, usahakan minum kopi sebelum memulai perjalanan.
Minum kopi di tengah berkendara terkadang tidak efektif menghilangkan kantuk bagi beberapa orang. Pasalnya, kafein baru akan memberikan reaksinya untuk mencegah kantuk setelah beberapa waktu dikonsumsi.
Selain minum kopi, bisa mengonsumsi teh atau minuman berenergi. Tetapi, jenis minuman apapun itu, konsumsilah dalam porsi yang bijak. Karena yang berlebihan selalu memberikan dampak buruk.
4. Putar Lagu-Lagu Upbeat
Masih kami temukan dari laman Nissan, memutar sederetan playlist lagu upbeat atau nada semangat bisa jadi salah satu cara mencegah kantuk.
Musik upbeat bisa meningkatkan kadar adrenalin dalam tubuh dan mempercepat detak jantung seseorang. Musik di dalam mobil menurunkan laju pernapasan dan bahkan memengaruhi perilaku mengemudi.
Mendengarkan musik di dalam mobil membantu memperbaiki mood pengemudi, mengurangi agresi di belakang kemudi, dan membantu menjaga fokus, terutama di lalu lintas perkotaan.
5. Sejenak di Rest Area
Kalau kantuk tak bisa lagi diakali dengan empat trik di atas, mau tidak mau harus segera mencari rest area terdekat. Kalau sukar menemukannya, menepilah di tempat yang memiliki bahu jalan yang lebar dan tidak terlalu sepi.
Memaksakan tubuh dan mata yang sudah mengantuk untuk tetap berkonsentrasi, bisa berbahaya untuk tubuh dan keselamatan di jalanan.
Ambil waktu tidur secukupnya, 15 menit sampai setengah jam. Dapatkan tidur nyenyakmu dan temukan staminamu kembali. Atur kursi kemudi agar posisi tidurmu cukup baik membantu tubuh merasa rileks.
6. Lakukan Peregangan
Setelah terbangun dari tidur, atau ketika tubuh mulai merasa lelah dan kaku, lakukan peregangan. Meregangkan bagian tubuh sejenak, bisa mengaktifkan otot dan mengatur detak jantung. Dengan demikian, tubuh siap kembali diajak berkonsentrasi penuh.
Minum air putih yang cukup, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan fokus.