3 Tips untuk Orang Tua, Ketika Anak-Anak Mulai Kenal Chatbot

Uli Febriarni
Selasa 17 Oktober 2023, 13:32 WIB
(ilustrasi) anak-anak menggunakan chatbot lewat laptop (Sumber : freepik)

(ilustrasi) anak-anak menggunakan chatbot lewat laptop (Sumber : freepik)

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), salah satunya dalam bentuk chatbot, perlahan akrab digunakan di sekeliling kita. Bahkan anak-anak mulai mengenal teknologi baru ini. 

Mengetahui hal itu, para orang tua tentu memiliki kekhawatiran bagaimana anak-anak mereka bisa mengelola informasi dan penggunaan chatbot.

Tips Dampingi Anak Menggunakan Chatbot

Perusahaan teknologi Kaspersky akan membagikan tiga tips untuk orang tua, mengenai cara menyeimbangkan risiko dan manfaat chatbot bagi anak-anak dan remaja.

Karena chatbot bisa jadi lawan dan bisa jadi teman.

1. Edukasi

Orang tua perlu mengedukasi tentang keamanan internet pada anak-anak dan remaja, khususnya tentang keamanan dan privasi online.

"Cara ini ampuh untuk mencegah mereka berbagi informasi pribadi kepada orang asing dan chatbot," kata Analis konten web di Kaspersky, Noura Afaneh, dikutip dari Warta Ekonomi, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga: Majamojo Akan Rilis Gim Third-Person Shooter 'Mega Zombie' Versi Mobile

2. Menggunakan Chatbot Bersama

Orang tua juga bisa mencoba teknologi chatbot AI bersama dengan anak. Tujuannya, agar orang tua terlibat sejak awal, dan menunjukkan kepada anak-anak mereka bagaimana dan bagaimana tidak menggunakan alat-alat ini.

Tunjukkan contoh yang dapat mereka bicarakan, dan chatbot AI mana yang dapat digunakan atau dihindari.

3. Pengawasan

Sudah seharusnya orang tua juga mengawasi, mengontrol, dan mengatur keamanan privasi dengan solusi keamanan komprehensif.

Orang tua dapat menggunakan aplikasi khusus untuk pengasuhan digital, yang menyediakan perlindungan dan keamanan anak dan remaja saat online.

"Umumnya, fitur yang disediakan mencakup pemfilteran konten yang memblokir situs web tidak pantas, manajemen waktu pemakaian perangkat untuk meningkatkan keseimbangan online yang sehat, penelusuran aman untuk memfilter dan memblokir konten berbahaya. Ada banyak lagi alat yang memungkinkan orang tua merasa aman saat anak-anak mereka menjelajah internet," ungkap Afaneh lebih lanjut.

Baca Juga: Sebelum Ganti Logo, Qualcomm Perkenalkan Snapdragon X Series

Baca Juga: Pembalap Asal Gunungkidul Sapu Bersih 2 Race IATC di Sirkuit Mandalika

Tiga tips singkat mendampingi anak menggunakan chatbot AI di atas, perlu diketahui dan dijalankan orang tua di masa kini. Pasalnya, AI bukan hanya bermanfaat bagi keseharian, harus disadari pula bahwa alat ini justru tidak menyediakan verifikasi usia, alat plagiarisme, bahkan misinformasi.

Bahaya Chatbot untuk Anak dan Remaja

Terdapat sejumlah potensi bahaya yang menunggu anak-anak, ketika penggunaan chatbot tidak diterapkan dengan bijak. 

Hal inilah yang kemudian senantiasa mendorong pihaknya selalu mengingatkan, betapa pentingnya bagi orang tua menyadari bagaimana anak-anak menggunakan internet, dan apakah mereka berisiko terhadap privasi data dan penyalahgunaan informasi.

1. Potensi Plagiarisme dan Mempercayai Informasi yang Salah

Dalam kesempatan yang sama, Afaneh mengambil salah satu contoh chatbot AI daring (online) dan mengeksplorasinya dengan singkat, yakni ChatGPT.

ChatGPT tidak memiliki verifikasi usia yang tepat, sehingga memiliki risiko terhadap privasi data anak-anak. Selain itu, ChatGPT dapat menyediakan konten yang sering kali tidak akurat dan keliru dengan cara yang meyakinkan.

"Beberapa siswa mulai menggunakan ChatGPT sebagai alat plagiarisme dan menemukan berbagai referensi palsu untuk artikel yang tidak ada," kata dia. 

Afaneh menambahkan, dalam kasus lebih berbahaya, pada awal kehebohan ChatGPT, gadis-gadis remaja bertanya kepada AI tentang rencana diet dan informasi medis terkait. Chatbot tersebut langsung menjawab dengan rencana dan saran, tanpa mengacu pada data medis aktual, melainkan kumpulan informasi acak dari seluruh penjuru internet.

Baca Juga: Honda dan Mitsubishi Bergandengan, Keduanya Kerja Sama di 2 Bisnis Baru Ini

Baca Juga: Tak Semua Koleksi Museum Bisa dengan Mudah Dilihat Pengunjung, Universitas Glasgow Kembangkan Proyek Museum Metaverse

2. Anak Lebih Nyaman Berbagi dengan Chatbot Ketimbang Orang Tua

Kemudian, chatbot MyAI keluaran Snapchat. Dalam penggunaannya, Snapchat mengizinkan pengguna berusia 13 tahun tanpa memerlukan izin orang tua. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang privasi anak-anak dan penyimpanan data mereka oleh aplikasi.

Risiko penggunaan chatbot MyAI, ketika anak-anak kemudian bertindak berdasarkan saran chatbot ini.

"Yang menurut Snapchat sendiri 'mungkin berisi konten yang bias, tidak benar, berbahaya, atau menyesatkan'," ujar Afaneh.

Ini selanjutnya sangatlah berisiko. Karena remaja mungkin merasa lebih nyaman membagikan informasi pribadi dan detail pribadi tentang kehidupan mereka kepada chatbot, dibandingkan kepada orang tua yang dapat membantu mereka.

3. Anak Terjebak dalam Potensi Kekerasan 

Afaneh juga menegaskan, terdapat sisi lain chatbot AI yang dirancang khusus untuk hal yang tidak pantas bagi remaja. Misalnya dengan memberikan pengalaman menjalin hubungan romantis dengan bahasa eksplisit.

Ada banyak chatbot AI yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman 'erotis'. Chatbot ini memberikan pengalaman seperti menjalin hubungan romantis kepada penggunanya dengan bahasa eksplisit.

"Meskipun beberapa anak memerlukan verifikasi usia, namun hal ini berbahaya. Beberapa anak mungkin memilih untuk berbohong tentang usia mereka dan pencegahan kasus tersebut tidak cukup," kata Afaneh.

Afaneh mengambil contoh MyAnima, salah satu chatbot AI yang ia uji dengan obrolan-obrolan kasual. Ia mengatakan, ia hampir tidak memerlukan upaya apapun untuk memberikan jawaban seksual tanpa memerlukan verifikasi usia.

Selain itu, alat AI dewasa seperti Botfriend, yang dirancang khusus untuk permainan peran seksual eksplisit, dan yang diperlukan pengguna untuk mulai menggunakannya hanyalah email.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Techno

ChatGPT Jadi Tutor Anak?

Kamis 23 Februari 2023, 15:04 WIB
ChatGPT Jadi Tutor Anak?
Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)