5 Tips Aman Belanja Online Ketika Bulan Ramadan

Ilustrasi belanja daring. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, peningkatan kegiata belanja pun diproyeksikan akan meningkat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Glance pada Desember 2024 menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Indonesia berencana untuk meningkatkan anggaran belanja mereka pada bulan suci ini.

Hal tersebut mengindikasikan antusiasme yang tinggi dalam meyambut Ramadan tahun ini dengan beragam persiapan, termasuk belanja keperluan sehari-hari dan juga persiapan Hari Raya Idul Fitri. Namun, di balik semaraknya aktivitas belanja tersebut, ada beberapa hal yang perlu untuk diwaspadai.

Baca Juga: Wuling New Cloud EV Kini Tersedia Varian Lite, Segini Harganya

Peningkatan transaksi daring selama Ramadan juga diikuti dengan potensi penipuan yang meningkat dan pencurian data pribadi. Para pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan kelengahan konsumen yang sedang sibuk shopping guna melancarkan aksi mereka. Untuk itu, kita harus waspada dan melindungi data pribadi.

Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha membeberkan lima tips sederhana tapi efektif dalam menjaga keamanan data konsumen ketika belanja daring pada bulan Ramadan.

Pertama, berhat-hati ketika ingin mengakses tautan (link) maupun referensi promo yang dianggap mencurigakan, baik yang dikirim lewat email, SMS, WhatsApp, dan media sosial. Khususnya yang menjanjikan diskon masif atau hadiah yang tak masuk akal.

"Tautan semacam itu kerap dipakai oleh para peretas untuk memperoleh informasi data pribadi yang mereka butuhkan atau bahkan memasang malware di perangkat kalian yang menyebabkan peretas bisa mengakses perangkatmu dan mencuri saldo yang terdapat di rekening bank ataupun dompet digitalmu," ungkapnya, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: Shopee Adakan Program Big Ramadan Sale, Banyak Promo Sebulan Penuh

Pastikan belanja di e-commerce terpercaya dan resmi. Periksa ulang URL situs laman sebelum mengkliknya dan memasukkan data pribadi kalian. Selalu juga lakukan verifikasi keaslian sumber sebelum melangkah lebih lanjut.

Kedua, Two Factor Authentication (2FA) akan memberikan keamanan ekstra dengan meminta verifikasi tambahan, seperti kode One-Time Password (OTP) yang dikirikman ke gadget kalian, selain kata sandi. Nyalakan fitur ini di semua akun belanja online yang mendukungnya.

"Dengan 2FA, walau peretas berhasil dapat kata sandi akun e-commerce kalian, namun mereka tetap harus melakukan verifikasi tambahan agar bisa mengakses akun tersebut," jelasnya.

Ketiga, masih ada hubungannya dengan 2FA, kode OTP itu merupakan kode rahasia yang enggak boleh diketahui oleh siapa pun. Jadi jangan pernah membagikan kode OTP, hanya untuk konsumsi pribadi. Jangan bagikan pula dengan orang yang mengaku petugas bank atau marketplace.

"Kode OTP tersebut dipakai buat memverifikasi identitas kamu dan melindungi akunmu dari akses yang tidak sah," kata dia.

Baca Juga: Revolusi Belanja Online, Lazada Hadirkan AI Lizzie dalam Platform

Keempat, gunakan kata sandi alias password yang unik. Kombinasikan huruf, angka, hingga simbol untuk membuat password yang kuat dan tak mudah ditebak. Hindari dalam menggunakan informasi pribadi yang mudah diterka, seperti nama keluarga atau tanggal lahir.

Sebagai alternatifnya, kamu bisa memakai kata-kata yang gampang seperti makanan favorit, hobi, atau barang kesukaan tertentu. Apalagi dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tambah canggih, hacker pun semakin pintar, sehingga penting untuk selalu memperbarui keamanan kita.

"Pertimbangkan juga untuk mengganti kata sandi secara berkala dan bisa juga pakai aplikasi pendukung seperti password manager guna mengelola beragam kata sandi yang kalian gunakan," katanya.

Baca Juga: 5 Tips Jualan Hampers Ramadan dan Idulfitri yang Lebih Ramah Lingkungan

Terakhir, ketika akan melakukan pembayaran di platform e-commerce, pastikan cuma membayar di rekening atau nomor akun virtual yang telah disediakan oleh platform tersebut, supaya proses transaksinya pun jadi lebih aman dan nyaman.

"Karena kadang ada oknum nakal yang ingin agar kamu melakukannya pada rekening pribadi atau yang berbeda dari yang telah diberikan oleh e-commerce dengan sejumlah alasan, misalnya dengan modus sedang ada kendala sistem," ujarnya.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI