Hasil Studi: Rekan Kerja Bisa Goyahkan Gaya Hidup Sehat

Uli Febriarni
Jumat 05 Januari 2024, 18:40 WIB
(ilustrasi) makan bersama teman kerja (Sumber: freepik)

(ilustrasi) makan bersama teman kerja (Sumber: freepik)

Gaya hidup sehat, mindful eating, clean eating, merupakan sederetan kebiasaan pola makan yang baik. Meski demikian, langkah itu tidak mudah dilakukan begitu saja, terlebih jika kita adalah pekerja yang sering berada di luar rumah.

Bayangkan, kamu tidak membawa bekal dari rumah dan sejak pagi sudah berencana membeli sayur, buah, menu bernutrisi dan camilan sehat untuk makan siang.

Ketika jam istirahat tiba, kamu menyadari bahwa tugas kerjamu masih menumpuk dan tidak akan selesai jika kamu meninggalkan meja kerja.

Alhasil, kamu menitipkan menu makan siangmu kepada teman, agar bisa tetap makan tanpa perlu meninggalkan pekerjaan. Beralasan tidak ingin merepotkan mereka, kamu menyerahkan keputusan menu makan yang dibeli kepada teman-temanmu. Taraaa!! Datanglah nasi kapau dengan tunjang, keripik pedas, serta kuah santan yang menggoda iman.

Betapa cukup tingginya pengaruh teman kerja terhadap menu makan dan kebiasaan hidup sehat kita, dibuktikan lewat artikel penelitian yang dipulikasikan BMC Public Health.

Penelitian itu secara garis besar menyebut, pilihan makanan kita ternyata berkaitan dengan teman sebaya ketimbang pilihan individu.

Baca Juga: Yogie Pratama Rancang Gaun Rantai untuk Christina Aguilera Tampil dalam Pertunjukan Voltaire, Las Vegas

Tim peneliti dari Universitas Cologne dan Universitas Utrecht di Jerman, berpendapat, rekan kerja memiliki potensi untuk berkontribusi dalam menciptakan budaya kesehatan di tempat kerja.

Peneliti Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Perilaku, Universitas Utrecht, Anne van der Put, menerangkan jika selama ini kebiasaan gaya hidup sehat individu dipengaruhi oleh anggota keluarga, teman, atau tetangga.

"Sedikit yang diketahui tentang peran pengaruh rekan kerja," tuturnya, kami lansir dari laman BMC Public Health, Jumat (5/1/2024).

Menurut tim peneliti, orang-orang menghabiskan banyak waktu di tempat kerja, dikelilingi oleh sebagian besar rekan kerja yang sama. Sehingga hal ini dapat secara signifikan menentukan pilihan sehat atau tidak sehat bagi karyawan.

Baca Juga: CES 2024: Dell Perkenalkan Monitor UltraSharp Curved Thunderbolt Hub, Penawaran Terbaik Bagi Ilmuwan, Kreator Konten dan Data Scientist

Para ilmuwan mempelajari sejauh mana rekan kerja dapat berperan dalam perilaku makan dan olahraga satu sama lain. Ilmuwan memfokuskan pengamatan di dua jalur: rekan kerja dapat mendorong gaya hidup sehat atau bertindak sebagai panutan, yang perilakunya dapat diamati dan ditiru.

Peneliti Institut Sosiologi dan Psikologi Sosial (ISS) Universitas Cologne, Prof.Lea Ellwardt, menjelaskan riset ini menggunakan data yang bersumber dari Survei Tenaga Kerja Berkelanjutan Eropa, melibatkan 4.345 karyawan dalam 402 tim di 113 organisasi.

Data itu kemudian dianalisis untuk menilai dampak dari dorongan kebiasaan sehat dan perubahan gaya hidup aktual di tempat kerja.

Baca Juga: Kamera Sharp R8s Pro Dinobatkan yang Terbaik Versi Selular Editor’s Choice 2023

"Studi kami menunjukkan, karyawan lebih cenderung makan buah dan sayuran serta melakukan aktivitas fisik ketika rekan kerja mereka mendorong gaya hidup sehat," ujarnya.

Tim ilmuwan juga tidak mengabaikan hal berikut: bisa saja aktivitas fisik dilakukan di luar jam kerja, sehingga sulit terlihat oleh rekan kerja.

"Orang sering makan di tempat kerja setiap hari bersama rekan kerja. Akan tetapi aktivitas fisik dilakukan secara pribadi, sehingga kurang rentan terhadap pengaruh sosial," menurut Ellwardt.

Kolega adalah sumber dukungan sosial yang relevan dalam hal perilaku sehat dan dapat bertindak sebagai teladan, demikian selanjutnya kesimpulan Ellwardt.

Mengakses sumber publikasi ini, laman University of Cologne, dinyatakan sebuah kesimpulan berikutnya dari para ilmuwan.

Yakni, secara keseluruhan, dorongan rekan kerja dan perilaku sehat berpotensi berkontribusi dalam menciptakan budaya kesehatan di tempat kerja. Dan itu mendukung semua karyawan dalam membuat pilihan yang sehat.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno04 April 2025, 16:36 WIB

Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump menegaskan bahwa TikTok harus menjual platform mereka agar bisa tetap beroperasi di AS.
TikTok.
Automotive04 April 2025, 16:12 WIB

Hyundai Ungkap IONIQ 6 dan IONIQ 6 N Line dengan Desain Terbaru

Dua mobil listrik baru tersebut diperkenalkan di Seoul Mobility Show 2025.
Hyundai IONIQ 6.
Techno04 April 2025, 15:37 WIB

Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Mendefinisikan Ulang Hiburan 5G dengan Gaya dan Harga Terjangkau untuk Generasi Berikutnya.
POCO M7 Pro 5G. (Sumber: POCO)
Startup04 April 2025, 15:15 WIB

Elon Musk Sebut xAI Telah Resmi Mengakuisisi X

Masa depan kedua perusahaan tersebut saling terkait.
Elon Musk (Sumber: Istimewa)
Techno04 April 2025, 14:28 WIB

Kebijakan Tarif Trump Gemparkan Pasar Keuangan Global

Hal ini berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi dan akan semakin menunda dimulainya kembali tren penurunan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: null)
Techno03 April 2025, 16:29 WIB

Nintendo Switch 2 akan Dijual Seharga Rp7 Jutaan, Rilis 5 Juni 2025

Perusahaan tersebut mendalami perangkat keras, fitur, dan permainan selama Nintendo Direct yang sangat sukses.
Nintendo Switch 2. (Sumber: Nintendo)
Techno03 April 2025, 16:05 WIB

Generator Gambar ChatGPT Sekarang Tersedia untuk Semua Pengguna Gratis

Sekarang semua orang dapat membuat karya seni ChatGPT ala Studio Ghibli.
Logo OpenAI (Sumber: OpenAI)
Startup03 April 2025, 14:52 WIB

Grab Dilaporkan akan Akuisisi Gojek: Butuh Dana Rp33 Triliun

Yang jadi kekhawatiran atas akuisisi ini adalah terjadinya monopoli di sektor startup layanan ride hailing.
Grab (Sumber: GRAB)
Travel03 April 2025, 14:23 WIB

Banyak Pemudik Naik Mobil, Pemberlakuan One Way atau Contra Flow Cuma di Jalan Tol Pendek

Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya macet.
Ilustrasi kemacetan saat mudik. (Sumber: null)
Automotive03 April 2025, 13:36 WIB

Hyundai IONIQ 5 Limited Edition Dipasarkan Khusus di Indonesia, Jumlahnya Hanya 50 Unit

IONIQ 5 Limited Edition hadir dengan sentuhan budaya lokal melalui interior eksklusif khas Indonesia.
Hyundai IONIQ 5 Limited Edition. (Sumber: Hyundai)